Itu yang dikatakan oleh seorang cyber security israel yang membahas tentang sistem operasi yang saya pakai yaitu tizen, lalu mengapa filosofi tizen itu sepertinya sejalan dengan saya walaupun saya juga memiliki profesi yang sama dengan orang israel itu namun ada sisi dari hal yang lainnya yang akan saya bahas disini
SSL memang mengamankan data tapi sudah barang tentu tidak jaminan tidak akan diretas, bagi seorang cyber security bahwa data yang terlihat itu jauh lebih aman dibanding dengan data tertutup maka kenapa jika di china atau di rusia itu jarang atau bahkan mendekati tidak pakai SSL sama sekali namun paradoksnya jarang ada terdengar peretasannya ketimbang situs web yang pakai SSL atau infrastruktur sejenis yang sudah dienkripsi
Tizen dari awal memang dibuat untuk masalah hal yang simple dan untuk masalah SSL ini tidak netral karena dipegang oleh amerika semacam Let's Encrypt yaitu SSL sejuta umat manusia yang gratis namun memang tidak semua negara lain bisa menikmati hal ini karena masalah embargo. Tapi saya percaya bahwa SSL tidak selalunya aman dan anda bisa melihat sebagai contoh situs web saya yang tidak ada SSL alias HTTPS nya yang sangat terbuka dan kode sumbernya juga bisa diaudit oleh siapapun jika mau jadi itulah ceritanya
Keterbukaan (Openness) ini jadi dua mata sisi pisau, saya pada dasarnya juga tidak dapat mempercayai closed source sepenuhnya walau dikatakan aman dan saya lebih percaya yang open source walau banyak kelemahan karena memang susah juga semua tergantung niat dan saya rasa samsung juga kalau mau buat sistem operasi yang sama sekali tertutup juga bisa saja tapi siapa yang akan percaya dan pakai? Lagi dan lagi? Kembali lagi ke penggunanya.