Jadi saya pakai motorola bekas aja bekas anak jaksel setelah redmi note 7 saya sudah dihiatuskan alias dilego dan saya merasa bahwa motorola ini unik sekali dari segi fitur hardwarenya yang kalau menurut saya seperti ponsel LG namun beda sedikit yaitu di sektor gestur yang lainnya
Sensasi mengetik di ponsel motorola bekas ini tidak tampak seperti ponsel murahan kalau menurut saya, entah sepertinya kualitas layarnya sendiri bagus dibanding dengan ponsel cina macam xiaomi termasuk redmi note 7 saya yang notabenenya sebenarnya perangkat canggih juga tapi kok sensasi mengetiknya gak ada feel mewahnya apalagi kalau gak dipakein tempered glass makin lembek itu layarnya dan sudah saya coba xiaomi yang lain pun begitu semacam redmi 6a ataupun 9a sama saja rasanya
Tapi memang saya akui bahwa motorola ini susah didapatkan di indonesia alias tidak banyak orang yang memakai device dengan merk satu ini karena pangsa pasarnya walau harganya saat ini murah tapi tetap menengah kelas atas alias orang yang dulu sudah pernah tahu motorola itu seperti apa, yang jelas jika dulu orang pernah pakai motorola maka bisa dipastikan ini bukan kaum yang mendang-mending karena referensi merk ini terbatas sekali
Balik lagi ke pertanyaan? Akankah sukses? Jawabannya adalah sayangnya tidak, walau harga murah tetap tidak menarik perhatian orang indonesia pada umumnya terlebih penjualannya hanya flash sale online shop modelan kaya xiaomi begitu, jadi tidak begitu sukses sih kalau menurut saya, motorola masih menjadi brand yang orang pernah tahu saja bukan dipakai oleh mayoritas pengguna di indonesia, sama seperti sony dengan xperianya. Orang indonesia masih lebih suka produk semacam xiaomi, vivo, samsung dan iPhone selebihnya orang indonesia atau generasi sekarang tak terlalu melirik motorola karena tidak begitu tahu apa itu motorola