Kok bahaya? Jadi jika tidak ada angin dan tidak ada hujan membahas sesuatu yang orang tersebut ada rasa berduka maka jangan. Semisal saya sudah kehilangan motor tapi juga sudah memberi sesuatu, tapi hilang motornya ini sendiri dibahas walhasil jadinya ada yang hilang juga alias harta terakhir yang dipunya itulah yang hilang (orang lain yg membahas kehilangan itu)

Sebenarnya kenapa bisa seperti itu? Alasannya adalah karena yang pertama memang suatu hal itu bermasalah dalam artian motor saya yang hilang itu ya sudahlah ya, terus yang kedua kalau saya sudah memberi sesuatu yang positif jangan ada negatifnya alias sesuatu yang bertolak belakang. Sesuatu yang bersifat saran juga berbahaya karena jadi akan mengalami juga

Yang ketiga ain, jangan cerita banyak hal positif tentang apa yang diberikan orang lain ke orang yang negatif. Maksudnya, orang yang memiliki iri dengki, ini celaka. Maka di dalam islam atau saya sendiri merasa bahwa ain itu ada semisal dalam bentuk sindiran misal nih saya gonta ganti hape ya tapi disindir misal buang-buang uang sedang saya cyber security yang selalu meneliti celah keamanan di setiap perangkat dan perbandingan di setiap sistemnya maka itulah menyangkut pekerjaan jadi wajar memang bukan untuk gaya-gayaan, tapi orang banyak salah menilai.

Maka saya share cuma di blog saya doang segala senang atau duka saya, saya bisa jadi diri saya sendiri dan saya juga tidak bermain sosmed untuk mempercantik hidup saya, makin lihat sosmed atau setidaknya saya upload sesuatu takut ada orang iri, termasuk photo juga tidak alasannya adalah ain datang dari mana saja, mata, hati, telinga dan pikiran ya jadinya di sekitar kehidupan kita nggak selalu orang senang akan kehidupan senang kita, susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah, maka jadi bahaya.