Tidak ada hasil untuk "burnout" di kategori Psikologi.
Berikut rekomendasi artikel lain yang mungkin bermanfaat untuk Anda:
Menampilkan 6 rekomendasi
http://tor.basyiri.my.id/prasangka-stereotip-akar-solusi
Prasangka berasal dari kategorisasi otak yang alami, tapi bisa diperkuat atau dilunakkan oleh pengalaman dan pendidikan.
Otak manusia cenderung mengelompokkan untuk menghemat energi. Sayangnya, kategorisasi ini bisa berubah menjadi stereotip dan prasangka. Penelitian menunjukkan kontak yang bermakna ...
http://tor.basyiri.my.id/urbanisasi-kesehatan-mental
Hidup di kota besar memberi kemudahan, tapi juga stres. Penelitian menunjukkan tingkat gangguan mental lebih tinggi di perkotaan.
Penelitian di Nature menemukan bahwa otak orang yang tumbuh di kota lebih reaktif terhadap stres sosial. Penyebabnya termasuk kebisingan, kepadatan, polusi, dan kurangnya koneksi s...
http://tor.basyiri.my.id/kerja-bermakna-gaji
Uang penting, tapi penelitian menunjukkan kerja yang bermakna memberi kepuasan lebih dalam dan lebih tahan lama dibanding gaji tinggi.
Amy Wrzesniewski menemukan tiga orientasi kerja: job yang hanya untuk uang, career untuk kemajuan, dan calling yang bermakna. Orang dengan orientasi calling lebih puas, lebih sehat...
http://tor.basyiri.my.id/nomophobia-takut-tanpa-ponsel
Nomophobia adalah kecemasan berlebihan ketika jauh dari ponsel. Gejalanya panik, cemas, dan merasa tidak aman tanpa perangkat.
Istilah ini muncul dari studi 2008 di Inggris. Gejala nomophobia termasuk cemas saat baterai lemah, panik saat ponsel tertinggal, dan memeriksa ponsel tanpa sadar. Penanganannya bu...
http://tor.basyiri.my.id/toxic-positivity-bahaya-positif
Toxic positivity adalah memaksa diri dan orang lain untuk selalu positif, mengabaikan emosi sulit yang justru perlu dirasakan.
Pernahkah Anda bercerita tentang kesedihan lalu dijawab bersyukur saja atau lihat sisi baiknya? Itu toxic positivity. Ia menyangkal emosi nyata dan membuat orang merasa bersalah at...
http://tor.basyiri.my.id/rasa-syukur-harian-latihan
Rasa syukur bukan sekadar sikap, tapi latihan otak untuk memperhatikan hal baik yang sering terlewat. Lima menit sehari cukup.
Penelitian Sonja Lyubomirsky di UC Riverside menemukan mereka yang secara rutin menulis rasa syukur melaporkan kebahagiaan lebih tinggi 25 persen dan gejala depresi lebih rendah. R...